| Perbedaan Pemimpin Kharismatik dan Non-Kharismatik |
| Leadership | ||||||
| Ditulis oleh Resi Nisasuci | ||||||
| Kamis, 08 Desember 2011 13:16 | ||||||
|
Kaitan antara kharisma dan pemimpin diyakini bergantung pada 4 perilaku yang membedakan antara pemimpin yang kharismatik dan yang tidak. Berikut adalah penjelasan mengenai perilaku-perilaku tersebut :
Perbedaan antara pemimpin kharismatik dan non-kharismatik adalah bahwa yang kharismatik sangat tidak menyetujui adanya status quo dan berusaha mengubahnya, sedangkan yang tidak kharismatik memilih untuk menerima status quo dan justru berusaha menjaga keberlangsungannya. Bagi pemimpin yang kharismatik, semakin idealis dan semakin berbeda tujuan masa depan dengan keadaan status quo saat ini, maka semakin baik. Dan semakin besar gap dengan status quo, semakin mungkin bagi para pengikut untuk menganggap pemimpinnya memiliki visi yang luar biasa.
Penyampaian visi yang efektif dilihat dari apa yang dikatakan (konteks dan isi) dan bagaimana cara mengatakannya (keahlian penyampaian secara oral). Keahlian komunikasi efektif merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kesuksesan penyampaian visi dan pemeliharaan peran kepemimpinan. Dengan cara verbal maupun non-verbal, pemimpin yang kharismatik mengomunikasikan kepercayaan diri, keyakinan dan dedikasi mereka dalam rangka memberi kredibilitas terhadap apa yang mereka sarankan.
Kepiawaian pemimpin kharismatik terletak pada penggunaan cara non-konvensional untuk melampaui tatanan yang ada. Persepsi para pengikut terhadap kualitas yang revolusioner dan non-konvensional dari pemimpinnya membangkitkan rasa “mengidolakan”, khususnya ketika aktivitas pemimpin menunjukkan tindakan kepahlawanan yang melibatkan risiko personal dan perilaku rela berkorban. Dengan demikian, perilaku pemimpin non-kharismatik adalah konvensional dan menyesuaikan dengan norma-norma yang ada sedangkan pemimpin kharismatik adalah non-konvensional dan kadang bertentangan dengan norma yang wajar.
Pemimpin kharismatik juga merupakan seorang ahli strategi yang sangat baik. Mereka memahami perlunya penilaian yang realistis mengenai sumber daya lingkungan dan batasan-batasan yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk mewujudkan perubahan besar dalam organisasi mereka. Mereka peka terhadap kemampuan dan kebutuhan emosional para pengikutnya, dan mereka memahami sumber daya dan batasan dari lingkungan fisik dan sosial tempat mereka bekerja. Sangat diperlukan adanya pemaduan antara strategi organisasi dan kemampuan untuk memastikan kesuksesan transformasi.
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |

Bagaimana Pesawat Da...
God Bless, Sang Lege...
rocker telah tergantikan oleh orang o...
God Bless, Sang Lege...
kemakah lagu lagu rock sekarang
Ballerina, Pejuang P...
hebat...made in indonesia hebat, muda...
Printer Epson Multif...
Kalo scan pake software bawaan EPSON,...