| Modal Ngeband (2) : Skill |
| Panduan Ngeband | |||||||
| Ditulis oleh Resi Nisasuci | |||||||
| Rabu, 20 Mei 2009 13:16 | |||||||
|
Saat membentuk grup band, satu hal yang tidak kalah penting adalah skill atau keahlian tiap-tiap personel yang ada di grup band kamu. Dengan memiliki keahlian dalam memainkan alat musik, tentunya menambah daya jual band tersebut. Selain itu, skill yang baik akan mengantarkan grup band kamu pada hasil yang baik pula. Namun, skill bukan segala-galanya, kalau tidak dilandasi kekompakan. Dave Grohl adalah jago penabuh drum di grup band Nirvana. Waktu grup yang dimotori Kurt Cobain ini bubar, Dave membentuk Foo Fighter. Tapi, Dave tidak mau memposisikan dirinya sebagai penabuh drum. Dia justru memilih mengambil posisi jadi vokalis dan gitaris. Hasilnya? Ternyata biasa-biasa aja, daripada album milik Nirvana seperti In-Utero atau Bleach, Foo Fighter harus berjalan tertatih. Kenapa? Bisa jadi karena Dave emang lebih cocok menggebuk drum daripada menjadi vokalis dan memainkan gitar. Belajar dari contoh di atas, ternyata bikin band itu harus punya feel yang pas. Selain itu, harus menjaga ego dan mawas diri. Kalau ternyata ada temen yang lebih pas memainkan gitar, kenapa kamu mesti memaksakan diri? Kompromi bisa diketengahkan, misalnya mencabik bas saja. Boleh saja, kamu ahli urusan gitar bahkan mampu memainkan tremolo lebih cepat dari permainan Yngwie Malmsteen. Tapi di sebuah band, skill bukan berarti paling depan. Lebih dari itu, harmonisasi sebuah grup terletak pada kekompakan personel. Namun juga bukan berarti skill tidak diperlukan. Skill juga merupakan sumber keindahan suatu musik. Lihat saja band Dream Theater yang skill masing-masing personelnya tidak diragukan lagi namun juga mampu mengharmonisasikan keahlian tiap personilnya menjadi suatu lagu yang sangat menunjukkan kekompakan. Nah, untuk kamu, perhatikanlah apa yang kira-kira dibutuhkan band kamu. Bongky BIP, pernah melakukan sebuah "pelepasan" hasrat. Dalam sebuah wawancara saat ia masih bergabung di Slank, Bongky menyatakan memilih mencabik bas karena sesuai dengan kata hati. Saat itu, sebenarnya ia diposisikan sebagai pemetik gitar. Namun, Bongky bisa mengukur diri, akhirnya menemukan pemain gitar untuk Slank, yaitu Parlin Burman alias Pay yang lebih jago sebagai gitaris. Membentuk sebuah grup band, bearti siap melebur ego. Jadi, begitu kamu sudah siap melebur semua rasa itu, maka bersiaplah melangkah. Persiapan psikologis tadi menjadi hal paling mendasar. Jangan pernah ngebayangin sukses, kalau hal itu masih bergelayut di dada.
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|

Bagaimana Pesawat Da...
God Bless, Sang Lege...
rocker telah tergantikan oleh orang o...
God Bless, Sang Lege...
kemakah lagu lagu rock sekarang
Ballerina, Pejuang P...
hebat...made in indonesia hebat, muda...
Printer Epson Multif...
Kalo scan pake software bawaan EPSON,...