|
Humor Umum
|
|
Ditulis oleh Resi Nisasuci
|
|
Sabtu, 17 April 2010 07:55 |
|
Perdebatan seru terjadi di kelas Filsafat, membahas Tuhan itu ada atau tidak.
Profesor mengajak para mahasiswa berpikir dengan logika :
"Adakah di antara kalian yang pernah mendengar Tuhan?"
Tak ada yang menjawab.
"Adakah di antara kalian yang pernah menyentuh Tuhan?"
Lagi-lagi tak ada jawaban.
"Atau ada di antara kalian yang pernah melihat-Nya?"
Masih tak ada jawaban.
"Kalau begitu Tuhan itu tak ada."
Seorang mahasiswa yang religius mengacungkan tangannya, meminta izin untuk berbicara.
"Apakah ada yang pernah mendengar otak profesor?" tanyanya pada seisi kelas.
Suasana hening.
"Apakah ada yang pernah menyentuh otak profesor?"
Suasana tetap hening.
"Apakah ada yang pernah melihat otak profesor?"
Karena tak ada yang menjawab maka mahasiswa itu kemudian menyimpulkan, "Kalau begitu, profesor memang tak punya otak!"
|
|
|
Humor Umum
|
|
Ditulis oleh Resi Nisasuci
|
|
Rabu, 24 Juni 2009 18:49 |
|
Setelah menjalani pemeriksaan, Paijo menghadap dokternya. Dokternya berkata, "Saya punya berita buruk dan berita paling buruk. Mau dengar yang mana dulu?" Paijo dengan heran berkata, "Coba ceritakan apa berita buruknya?" Dokter berkata, "Laboratorium menelepon saya mengenai hasil pemeriksaan Anda. Mereka berkata Anda hanya memiliki waktu 24 jam lagi untuk bertahan hidup." Paijo terkejut bukan kepalang, "Apa??? 24 jam??? Wah itu berita sangat sangat buruk. Apalagi yang lebih buruk dari itu, Dok?" Dokter menghela nafas panjang dan berkata, "Saya berusaha menghubungi Anda sejak kemarin tapi tidak bisa. Mereka menelepon saya kemarin."
|
|
Humor Umum
|
|
Ditulis oleh Resi Nisasuci
|
|
Rabu, 20 Mei 2009 04:03 |
|
Paijo merasa sangat gembira mendapat kabar bahwa ia terpilih mewakili perusahaannya mengikuti seminar di luar negeri. Setibanya di lokasi seminar, para peserta diberi lembar isian oleh panitia. Isinya tentang biodata peserta dalam bahasa Inggris. "Saudara sekalian, tolong isi biodata Anda guna keperluan penerbitan sertifikat setelah seminar ini selesai. Silakan Anda mengisinya pada kolom yang tersedia," Panitia menjelaskan. Paijo mulai mengisi kolom demi kolom sampai selesai. Kemudian mengembalikannya pada panitia. Sambil menunggu beberapa peserta lain yang masih mengisi, Paijo yang sedang penasaran bertanya kepada rekan di sebelahnya yang juga sudah selesai mengisi. Sambil berbisik Paijo berkata, " Apa yang Anda isikan pada kolom 'sex' tadi?" Rekannya memandang Paijo dengan bingung, "Tentu saja saya isi MALE. Memangnya kamu isi apa?" Paijo menjawab lirih, "5 times a week."
|
|
Humor Umum
|
|
Ditulis oleh Resi Nisasuci
|
|
Selasa, 07 April 2009 17:45 |
|
Paijo mengambil cuti seminggu. Ia pulang ke kampung halamannya dengan naik kereta api. Setelah tiba di tempat tujuan, ia turun dengan sempoyongan. "Enam jam lamanya saya duduk menghadap ke belakang," katanya pada adiknya yang menjemput di stasiun. "Kepala saya benar-benar pusing," kata Paijo masih dengan wajah pucat. "Kenapa Mas nggak minta bertukar tempat dengan orang yang duduk di depan Mas?" tanya adiknya. "Itulah susahnya" jawab Paijo. "Di hadapan saya nggak ada orang yang duduk."
|
|
Humor Umum
|
|
Ditulis oleh Resi Nisasuci
|
|
Rabu, 25 Maret 2009 20:50 |
|
Suatu hari Paijo ikut rombongan pekerja film syuting di padang gurun. Sementara syuting, tiba-tiba muncul seorang bapak dan berkata kepada Paijo, "Bilang sama bos kamu, besok akan turun hujan." Paijo menyampaikannya. Dan, benar. Hujan turun dengan lebay lebat. Beberapa hari kemudian, bapak itu datang lagi dan berkata kepada Paijo, "Besok akan ada badai." Dan benar. Badai datang. Semua orang kagum dengan kemampuan si bapak. Sutradara film itu menyuruh Paijo untuk menyewa si bapak untuk meramal cuaca sampai syuting mereka selesai. Sejak saat itu si bapak selalu datang mengabarkan ramalannya lewat ponirun. Tiba-tiba bapak itu tidak muncul selama seminggu. Semua orang resah. Paijo ditugaskan ke rumahnya untuk menanyakan keadaannya. Paijo pun pergi. Setelah tiba Paijo bertanya, "Pak, kenapa Bapak nggak datang? Besok kami akan syuting adegan yang sangat penting. Dan kami sangat bergantung kepada Bapak. Menurut Bapak, seperti apa cuaca besok?" Si bapak itu angkat bahu dan menjawab dengan santainya, "Nggak tahu. Radio saya lagi rusak."
|
|
|
|
|
|
|
|